Wednesday, November 30, 2011

tips menghadapi suami yang keras kepala"""

siapa pun pasti pernah kesal apabila suami kita saat diajak berdebat/berdiskusi tentang permasalahan yang terjadi di rumah tangga kita,,kali ini saya akan mencoba memulai cara cara menghadapi suami yang punya sifat keras kepala dan tdk menghargai pendapat istri nya.
apabila anda melakukan pernikahan muda,,,biasa nya ini banyak terjadi macam macam permasalahan yang sering menimbulkan percekcokan hingga terjadi kekasaran,dan berujung perceraian,dan tdk bermasalah apabila sang istri sedang tdk mengandung,tapi jika sebaliknya cukup di sayangkan bila ini terjadi maka sayangilah keluarga anda,sebelom semua nya berubah pada ego masing masing.berikut adalah tips menghindari bagaimana suami bisa luluh dan bisa mendengar semua alasan tanpa menyakiti fihak manapun..langkah langkah nya adalah
--->apabila suami pulang kerja mungkin aja capek dan ada sedikit masalah di tempat pekerjaan nya,maka hendaknya kita,menyambut dengan hangat,senyum manis,juga sambutlah suami dengan dandanan yg menarik,supaya bisa menghilangkankepenatan dan kejenuhannya.
--->ambil bawaan nya ,,lalu sediakan sedikit minuman dingin/hangat,sekedar menghilangkan hausnya.
--->ajaklah suami kekamar,tanya mau tidur dulu ataukah mau menyantap masakan kita.
--->setelah semua keliatan ok tenang2 aja ajaklah suami nonton tv/sekedar duduk duduk diteras depan rumah.
--->kemukakan apa yang ingin anda sampaikan dengan sedikit nada bercanda tdk di barengi kekasaran/kekerasan dan tetap sebisa mungkin dengan gaya sedikit agak manja,biar dia suami lebih mau mengerti,perasaan kita yg memang sebenarnya kita butuh di sayang bukan di kasarin..
--->hargai juga semua pendapat dia selagi kita bisa mengatasi dan menerima nya,
--->setelah tercapai kesepakatan,jangan sekali kali salah pilih persepsi kita sebagai istri juga hendak nya menghargai semua pendapat suami...eittss,,jika semua ini bisa mengatasi sedikit permasalahan anda,kenapa tidak untuk di coba....
Segala puji hanya bagi Allah Swt. dan shalawat serta salam bagi Nabi Muhammad Saw.




1. Kemarahan harus dikontrol karena hal tersebut bisa menjadi masalah nantinya. Suami Anda harus mencari penasihat profesional atau mengambil pelajaran bagaimana mengatur emosi.

2. Jika perceraian terjadi pada saat misalkan seperti sedang marah dimana kemarahan yang merusak kesadaran seseorang sepenuhnya kepada titik dimana ia tidak bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, maka itu tidak masuk hitungan. Imam Ibnu Taymiyyah juga berpendapat bahwa talak yang diucapkan saat marah hukumnya tidak sah.

3. Jika cerai diucapkan sebanyak tiga kali, maka dianggap sebagai satu kali talak.

Berdasarkan aturan tersebut di atas, sangat disarankan bagi Anda untuk mencari imam lokal yang berkualitas di mana ia dapat menilai seluruh situasi dan mengusulkan beberapa solusi praktis untuk Anda.

Allah Swt. Maha Mengetahui mana yang terbaik.

2 comments:

  1. Assalamu'alaikum Ka' Maryam..
    Sy istri (25thn) dr suami yg keras kepala bahkan sering marah pd saat sy mengemukakan pendapat yg tidak ia sukai, pdhl terkadang pendapat sy itu maksudnya baik, tp bs suami sy sll sj dianggapnya salah.
    Dia sosok suami yg sll menganggap dirinya adl benar, dan sbg istri sy hrs selalu manut patuh dan nurut apapun yg dimintanya.
    Tp adakalanya sy jg "hanya ingin mengemukakan pendapat" saya sajapun sll dianggapnya salah.
    Wlpn di awal perbincangan sy sll terlebih dahulu bilang "sy mw diskusi, tp jgn marah ya"
    Krn sy sudah paham betul karakter suami sy tsb..

    Terkadang kan yg namanya manusia sbg makhluk individu jg berhak mengemukakan pendapat, wlpn sy sbg istrinya jg pasti akan menaati apapun yg dikatakannya. Tp paling tidak agar suami sy jg tau apa sbenarnya keinginan sy, tp tidak pernah bisa terjadi mufakat dlm setiap diskusi kami selama kami menikah.
    Yg ada suami sy sll marah, bahkan acuh berkata kasar dan bahkan berusaha tidak memperdulikan sy.
    Sampai sy harus berlutut memohon ampunannya, itupun tdk mudah, diiringi derai air mata yg tdk sebentar. Kdg sampai berhari2.

    Tp sy berusaha iklas Ka'..
    Sy sdh sadar bahwa karakter suami sy mmg spt itu,
    Tp apakah tdk ada kesempatan terbaik bagi sy tiap sy mengemukakan pendapat sy sbg seorang istri?
    Mohon saran dr Ka' Maryam
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  2. pasrah sm Allah ... menangis dan kemukakan apa yg sist ingin kemukakan karna hanya Allah yg maha membulakbalik hati umatnya ... insya Allah ...

    ReplyDelete